BANGKA (24/06/2026) — Berkomitmen kuat dalam mengejawantahkan visi perlindungan masyarakat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menginisiasi langkah progresif lewat peluncuran program GEMINI (Gerakan Mitigasi Dini). Langkah taktis ini diwujudkan melalui agenda Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Kebencanaan yang menyasar langsung kelompok nelayan tradisional di kawasan pesisir Kabupaten Bangka.

Program Kerja yang diinisiasi oleh Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Bapak Dr. (Hc) Hidayat Arsani,.S.E. pada akhir Juni 2026 ini merefleksikan respons cepat sekaligus loyalitas tinggi jajaran pemerintah daerah dalam mengantisipasi potensi musibah laut, merefleksikan evaluasi mendalam atas dinamika kejadian pada tahun 2025 lalu. Kegiatan strategis ini mendapatkan dukungan penuh dari Komisi IV DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Sinergi Lintas Sektor dan Edukasi Komprehensif

Pada kesempatan tersebut Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Budi Utama, S.STP., M.Si ., membuka secara resmi sekaligus memaparkan materi fundamental mengenai Peran BPBD dalam Penanggulangan Bencana di Kabupaten/Kota. Dengan penuh semangat, Budi Utama menguraikan urgensi penguatan tiga pilar ketahanan bencana, yaitu:

• Destana (Desa Tangguh Bencana)

• Kencana (Kecamatan Tangguh Bencana)

• Katana (Keluarga Tangguh Bencana)

Gerakan Mitigasi Dini atau GEMINI, ini khusus kami laksanakan ke pesisir nelayan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk Kabupaten Bangka salah satu titik fokusnya adalah wilayah Kelurahan jelitik dimana sebagian masyarakatnya adalah nelayan pesisir yang belum teredukasi terkait penanggualangan bencana khususnya saat terjadi bencana melaut seperti angin puting beliung dan lainnya,

Implementasi teoretis tersebut diperkaya oleh pemaparan dari narasumber kompeten lainnya:

• Agam Dliya Ul-Haq (Komisi IV DPRD Prov. Babel): Mengulas Kebijakan Legislatif Dalam Penanggulangan Bencana.

• Heryadi (Kalaksa BPBD Kabupaten Bangka): Membedah teknis Penanggulangan Bencana di tingkat daerah.

• Heruwiansya, S.Sos. (Staf PK BPBD Prov. Babel): Menjabarkan formulasi Ketahanan Masyarakat Pesisir.

Pengukuhan Kencana dan Respons Aspirasi Masyarakat

Sebagai bentuk legitimasi penguatan struktur mitigasi di tingkat tapak, dilakukan Pengukuhan Kecamatan Tangguh Bencana (Kencana). Prosesi sakral ini dipimpin langsung oleh Budi Utama, S.STP., M.Si., didampingi oleh Agam Dliya Ul-Haq dan Heryadi. Adapun representasi kelompok nelayan yang secara resmi dikukuhkan dalam prosesi ini adalah bapak Yanto, ibu Nyimas dan Ibu Lianawati yang merupakan masyarakat nelayan pesisir Rebo.

Khidmatnya acara juga diwarnai dengan ruang dialog interaktif yang akomodatif. Menjawab keraguan Ibu Rosdiana mengenai reaktivasi BPJS Ketenagakerjaan yang sempat nonaktif, Budi Utama dengan sigap memberikan solusi mutakhir bahwa proses tersebut kini jauh lebih praktis karena telah mengadopsi sistem digital berbasis aplikasi smartphone. Sementara itu, legislator Agam Dliya Ul-Haq secara solutif merespons kegelisahan Ibu Lianati terkait jaminan biaya pendidikan bagi anak yatim melalui program bantuan pemerintah hingga jenjang sarjana. Ia juga memberikan atensi terhadap usulan Bapak Yanto mengenai pengadaan bantuan mesin tempel yang dapat diajukan secara kolektif melalui mekanisme kelurahan.

Manifestasi Keselamatan dan Keberlanjutan Program

Sebagai wujud konkret perlindungan fisik di laut, BPBD Provinsi Babel menyerahkan dan memasangkan Life Jacket secara simbolis kepada para nelayan di penghujung acara. Langkah protektif ini melambangkan komitmen bahwa aspek keselamatan merupakan prioritas mutlak yang tidak dapat ditawar dalam aktivitas kemaritiman.

Kegiatan edukasi pesisir yang ditutup tepat pada pukul 16.00 WIB ini diproyeksikan sebagai pilot project (kegiatan percontohan). Ke depan, program ini ditargetkan memiliki legalitas hukum serta akta yang kokoh agar penguatan kapasitas kebencanaan bagi masyarakat pesisir dapat berjalan secara berkesinambungan dan memiliki daya jangkau yang lebih luas. Sebagai bentuk rekognisi, seluruh nelayan yang berpartisipasi dibekali dengan sertifikat penghargaan resmi. Harapan kita bersama semoga dengan dilaksanakan kegaiatan ini semakin banyak masyarakat pesisir yang memahami mitigasi bencana sehingga dampak dan risiko bencana dapat ditanggulangi.Salam Tangkas,Tanggap, Tangguh ,Berdaya !!!